Kamis, 17 Mei 2012

Pengaruh Game Online


A.    Hal Menarik dari Game Online
Komputer dan game adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak-anak masa kini. Bagi kebanyakan anak remaja, bermain game di komputer, konsol, atau perangkat genggam adalah salah satu kegiatan rutin yang mereka lakukan setiap hari. Sebenarnya tak masalah selama masih dalam batas wajar, bagaimanapun mereka hidup dan berkembang di jaman serba teknologi.
Game-game beraliran Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG) seperti “World of Warcraft” nyatanya berhasil menarik jutaan pemain setiap harinya. Umumnya pemain menikmati hobi mereka ini sampai rela berjam-jam ngegame. Banyak pula yang mengaku tidak bisa berhenti bermain.
Namun bagaimana jika sudah sampai mengganggu aktivitas lain, misal sudah tidak peduli dengan kehidupan di luar, nilai sekolah jeblok, tidak mau lagi beraktivitas di kegiatan ekskul, menarik diri dari dunia luar atau sering terpaku berlama-lama ngegame di depan komputer / gadget elektronik lainnya? Besar kemungkinan anak sudah kecanduan game.
Kecanduan game memang tidak termasuk dalam klasifikasi diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). Meskipun demikian, banyak pakar kesehatan mental mengatakan bahwa bermain video game hampir sama dengan bermain judi dalam hal proses kecanduannya.
Ketahuilah bahwa di game multiplayer online, para pemain bisa berperilaku sangat kontras dengan kepribadian mereka sehari-hari. Di sini, seorang anak pasif bisa menjadi agresif, anak yang sulit mendapat teman tiba-tiba mampu berteman atau memimpin pasukan.
Mereka bahkan bisa melampiaskan kebrutalan mereka di dunia maya tanpa konsekuensi yang nyata. Jangan heran jika ada anak yang kesulitan berteman di dunia nyata ternyata sangat mudah bergaul dan mendapatkan teman di dunia maya karena di sini mereka bisa berinteraksi tanpa harus bertatap muka.
Menurut para dokter yang meneliti kecanduan video game, alasan seseorang bisa ketagihan bermain game adalah karena game tersebut sengaja dirancang agar pemainnya semakin sering bermain game.yaitu :
1. Pemain butuh menghabiskan banyak waktu dan energi untuk menciptakan sebuah karakter dan persona virtual mereka. Game tersebut memang dirancang agar mereka ‘menginvestasikan’ banyak waktu dan usaha untuk memperluas karakter dan kemampuan mereka.
2. Belum lagi pemain difokuskan untuk mendapatkan senjata baru atau score yang tinggi, ini akan membuat pemain enggan berhenti bermain sebelum mereka memenuhi target mereka. Tentu saja, begitu target tercapai, selalu ada target yang lebih besar berikutnya, dan berikutnya.
3. Game multiplayer online memang dirancang untuk interaktif agar pemain bekerja sama untuk mencapai tugas tertentu. Karena itu pemain merasa tidak dapat meninggalkan permainan sebelum memenuhi kewajiban untuk tim mereka.
4. Daya tarik lainnya dari game tersebut adalah aspek sosial. Di dunia game online tersebut mereka bisa menjadi siapa saja sesuai yang mereka inginkan, dan relatif mudah untuk meningkatkan karakter. Masalahnya adalah mereka kesulitan belajar bersosialisasi di dunia nyata, khususnya buat mereka yang memang kesulitan berteman.
5.  Candu lainnya yang menarik adalah game ini bisa dijadikan sebagai pelarian dari masalah-masalah di dunia nyata. Tentu saja hal ini merupakan pengaruh negatif karena lebih banyak menghabiskan waktu bermain game ketimbang menyelesaikan masalah yang dihadapi.


B.     Ciri-ciri Anak yang Kecanduan Game Online
Game online cukup membuat khawatir para orang tua, anak-anak yang kecanduan game online mereka seolah-olah menganggap masa depan mereka ada di dunia game sehingga masa depan yang sebenarnya dan seharusnya dijalani seperti sekolah, belajar, mengerjakan tugas sekolah dianggap tidak penting dan juga dianggap hanya menggangu dari aktifitas bermain game saja.
Berikut ini gejala atau ciri-ciri anak-anak yang kecanduan bermain game biasa dan game online, yaitu :
a.       Main game yang sama dengan waktu yang lebih dari 3 jam sehari.
b.      Rela mengeluarkan uang yang banyak untuk bermain game tersebut.
c.       Prestasi sekolah pada umumnya menurun dan anak tersebut menjadi malas untuk belajar.
d.      Sering tertidur dikelas atau terlihat tidak bersemangat ketika sedang belajar didalam kelas
e.       Tidak mengerjakan tugas yang dierikan oleh guru.
f.       Lebih suka belajar meningkatkan prestasi game daripada prestasi sekolah, dengan kata lain anak tersebut merasa bangga ketika ia bisa menyelesaikan masalah atau rintangan pada game tersebut menuju kepada level yang lebih tinggi.
g.      Bermain game dalam jangka waktu yang lama dalam kurun waktu yang terus-menerus.
h.      lebih memilih bermain game daripada bermain dengan teman
i.        Mempunyai teman atau komunitas sesama pecinta game.
j.        Merasa kesal dan marah jika dilarang bermain game bahkan bisa membenci orang yang melarangnya tersebut.
k.      Senang menularkan hobi bermain game pada orang disekitarnya.
l.        Sangat antusias sekali jika ditanya mengenai game.
C.    Dampak Buruk dari Kecanduan Game Online
Salah satu dampak buruk dari bermain game online adalah :
1.  Dapat merusak mata, karena kalo kita maen game online gak mungkin cuma sebentar pastinya berjam-jam
2. Merusak cara berpikir kita, kebanyakan pemain Game Online otaknya telah diperbudak oleh Game Online itu sendiri
3. Dari segi keuangan. Pasti kita akan menghabiskan cukup banyak  uang dan tidak sedikit uang yang kita habiskan sia-sia untuk voucher game yang sifatnya sementara.
4. Dari segi waktu. Ini khususnya buat para pelajar yang hobi maen game online, tidak sedkit waktu yang kita habiskan di depan layar komputer untuk bermain Game Online sedangkan pelajaran di sekolah di abaikan
5. Ini mungkin dari segi ketaatan. Jika kita sudah bermain Game Online pasti kita lupa akan segalanya dan ketaatan terhadap orang tua pun berkurang kita lupa akan ibadah, makan
6. munculnya kejahatan atau aksi kriminal yang dilakukan oleh anak dan remaja. Pertama karena terdesak kebutuhan uang untuk terus bermain di warnet. Kedua, permainannya yang penuh aksi dan tantangan yang secara tidak sengaja mengajarkan anak pandai menirunya.
7. khusus untuk anak-anak banyak sekali kerugian yang akan didapat, nilai sekolah akan anjlok,sering tertidur dikelas, tidak banyak waktu untuk bersosialisasi dengan teman, malas belajar, dll.
Sementara gejala-gejala fisik yang bisa menimpa seseorang yang kecanduan game antara lain:
- Carpal tunnel syndrome (gangguan di pergelangan tangan karena saraf tertekan,
misalnya jari-jari tangan menjadi kaku)
- mengalami gangguan tidur
- sakit punggung atau nyeri leher
- sakit kepala
- mata kering
- malas makan / makan tidak teratur
- mengabaikan kebersihan pribadi (misal: malas mandi)
D.    Peran Guru dan Orang tua dalam Menanggulangi Masalah tersebut.
a.      Peran Guru
Siswa yang kecanduan teknologi informasi saat ini menjadi fenomena yang jamak. Terutama game online, dibawah ini ada beberapa alternatif yang harus dilakukan oleh guru dalam menghadapi siswa yang menyalahgunakan teknologi dan kecanduan game online tersebut, yaitu :
·         Guru tidak akan mampu melarang anak untuk tidak menggunakan teknologi informasi, karena sudah tidak bisa dipungkiri lagi kita sekarang hidup pada era globalisasi dan jamannya teknologi.
·         Guru tidak melakukan judgement atau sikap permusuhan terhadap anak yang sering bermain game online, tetapi guru harus hadir sebagai teman dan dapat mengobrol dengan siswa dari hati ke hati.
·         Melakukan pendampingan atau memberikan saran kepada orang tua untuk melakukan pendampingan ketika anak sedang bermain.
·         Guru harus mengalihkan sedikit-sedikit pada aktifitas teknologi informasi yang siswa dapat menggemarinya seperti game edukasi dll.
·         Pemanfaatan teknologi tepat guna, guru harus membimbing siswa dan memberikan pemahaman kepada siswa tentang bagaimana memanfaatkan teknologi secara benar.
·         Pengajaran nilai moral dan agama mejadi moal utama guru untuk memberikan auto protected kepada siswa. Karena pengawasan siswa mengakses informasi tidak mungkin dilakukan, untuk itu auto proteksi ini sangat penting diberikan agar siswa mampu memilih sendiri mana informasi yang bak dan informasi yang buruk, dan tentunya hal tersebut harus diarahkan oleh seorang guru.
·         Guru harus pandai membaca karakter dan ciri-ciri siswa, umumnya siswa yang kecanduan game online sering tertidur dikelas, tidak mengerjakan PR, tidak bersemangat dalam aktifitas dikelas dll, jika guru sudah melihat tanda-tanda tersebut pada salah satu siswanya, maka guru harus mendekati siswa tersebut dan memberi pengarahan serta edukasi yang membuat siswa patuh terhadap gurunya.
b.      Peran Orang Tua
             Bagi orangtua, harus mengawasi, membatasi, mengarahkan sehingga anak mempunyai pemahaman apa yang boleh diakses dan apa yang tidak boleh diakses anak di bilik-bilik warnet. Bila perlu sekali-kali temani anak bermain atau pantau anak bermain. Dimana biasa bermain, sama siapa, dan titip pengawasan anak sama operator warnet. Boleh anak main game online asal jangan sampai kecanduan karena akan merusak, melupakan kewajiban anak yang lain. Batasi waktu  yang diberikan kepada anak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar